NIM : 1801441556
Jurusan: Mobile Application & Technology
Waktu : Senin, 25 Mei 2015
Pkl : 09.00 - 11.00 WIB
Tempat: Balai Warga, Kampung Guji, Tanjung Duren, Jakarta Barat
Pada hari saya dan kelompok saya kembali melakukan pendampingan anak-anak di tempat pendampingan anak HORE Indonesia di Balai Warga, Kampung Guji, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pada hari ketiga ini saya dan kelompok saya akan melakukan pendampingan sebanyak 2 shift, dimulai dari shift pertama pukul 09.00-11.00 WIB. pada shift pertama ini saya dan kelompok saya akan mengajarkan sejarah dari teknologi mobile atau yang biasa disebut dengan telepon genggam.
Pada shift pertama ini saya dan teman saya Ario menjelaskan awal dimulainya penciptaan sebuah alat yang bisa digunakan untuk berkomuikasi dengan siapa saja dan dimana saja atau kini akrab disebut dengan handphone atau telepon genggam. Alasan kami memilih topik ini untuk diajarkan kepada anak-anak HORE Indonesia hari ini adalah karena banyak anak-anak yang penasaran dengan apa yang kami pelajari di universitas, karena saya dan kelompok saya satu jurusan yaitu Mobile Application & Technology kami pun memutuskan untuk memberikan pengenalan terhadap teknologi mobile dimulai dari sejarah penciptaanya hingga sekarang.
Kami pun mulai menyiapkan papan tulis dan mulai menjelaskan bahwa handphone sudah mulai dibuat sekitar tahun 40an tapi prealisasiannya baru dimulai pada tahun 1973, handphone pada masa ini hanya bisa melakukan telepon dan belum berlayar serta berukuran besar seperti batu bata untuk mebangun sebuah bangunan, ketika saya menceritakan tentang hal ini anak-anak pun sedikit kaget ketika tahu bahwa handphone awalnya berukuran sebesar batu bata karena handphone-handphone masa kini yang mereka sering liat berukuran kecil dan tipis. Lanjut ke masa Candy Bar Era dimana handphone kala itu sekitar tahun 80an sudah bisa melakukan Short Message Service atau SMS, anak-anak cukup kagum karena merupakan suatu hal yang terdengar hebat dari sebuah handphone yang awalnya hanya berfungsi untuk menelepon dan tak berlayar bisa berkembang menjadi berlauyar, pada sesi ini mulai muncul banyak pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak seperti apa bentuknya kala itu ? kenapa disebut Candy ? lalu bahkan ada yang bertanya apakah sms kala itu makan pulsa atau tidak. Beberapa teman saya pun membantu menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Lalu saya lanjutkan mengenai sejarah mobile ke masa Feature Phone Era, dimana handphone - handphone yang keluar di awal tahun 2000an ini sudah bisa melakukan fungsi-fungsi multimedia sedehana, anak-anakpun mulai merasa tidak asing karena tidak dipungkiri handphone-handphone dari masa ini masih diproduksi dan masih banyak dipakai oleh masyarakat umum. Selanjutnya penjelasan mengenai Smartphone Era dimana handphone sudah mulai bisa melakukan fungsi-fungsi seperti mengirim email dan browsing, pada penjelasan kali ini anak-anak agak bingung, tapi mereka mulai mengerti ketika salah seorang teman saya memberikan contoh handphone blackberry, dan mereka pun memberi asumsi bahwa handphone kala ini merupakan handphone yang memiliki tombol QWERTY tidak seperti handphone-handphone sebelumnya dengan keyboard biasa. Penjelasan berlanjut ke masa Touch Era dimana handphone kala tersebut merupakan gambaran handphone kala ini dan banyak anak-anak yang bisa dengan fasih menyebutkan fungsi-fungsi terbaru dari jenis-jenis handphone ini seperti bisa chatting, selfie, mendengarkan musik, browsing, menyimpan data. Fungsi-fungsi tersebut bisa mereka sebutkan berdasarakn pengembangan fungsi-fungsi yang sudah saya jelasakan sebelumnya lalu mereka simpulkan.
Dari shift pertama ini yang saya bisa dapatkan adalah, anak-anak sangat terbuka dengan hal baru apalagi dengan hal yang menurut mereka menarik dan menghibur, terlihat ketika saya sedang mengajarkan mereka antusias dan menyimak dengan baik. Banyak dari mereka yang masih berumur di bawah 10 tahun sehingga pada saat saya menjelaskan sejarah mobile pada bagian awal mereka agak kebingungan karena mereka lahir dimasa dimana handphone-handphone pada awal penciptaan sudah benar-benar tidak ada, sehingga tidak heran mereka terkagum - kagum bentuk handphone pada awal penciptaanya berbeda jauh dari handphone masa kini. Lalu setiap saya melanjutkan penjelasan di setiap masa-masa dari sejarah mobile banyak dari mereka yang penasaran bagaimana bisa terjadi dan bagaimana caranya, hal ini tentu saja agak sulit kami jelaskan sehingga kami pun haru menjelaskan dengan kata-kata sederhana untuk menjelaskannya. Tapi pada ahir shift satu ini bisa dilihat anak-anak yang kami dampingi bisa menangkap dan memberikan kembali apa yang kami jelaskan melalui pertanyaan yang kami berikan kepada mereka seperti menjawab fungsi-fungsi dari setiap handphone di setiap masanya, lalu fungsi-fungsi handphone pada masa kini. Walaupun kebanyakan dari mereka belum memiliki handphone tapi setidaknya mereka sudah memiliki pengetahuan apa saja yang bisa dilakukan handphone secara umum di masa kini. Dari sini pula mereka pun mereka mendapatkan pengetahuan baru yang mereka belum tentu dapatkan di sekolah.
Pembelajaran Hari Ini:
Kegiatan hari ini saya lakukan karena rasa peasaran mereka tentang hal yang saya pelajari di universitas, awalnya saya sedikit ragu karena takut mereka tidak mengerti tapi ternyata mereka antusias dan menikmati pembelajaan walaupun pada kenyataany ada yang tidak mengerti. Tapi yang bikin saya kagum mereka aktf bertanya dan bahkan bertanya suatu hal yang tetap di dalam konteks pembelajaran tapi tidak saya ucapkan, seperti "Kakak kok pilih hape kakak yang sekarang memangnya kenapa ?" jujur saya tidak berpikir mereka akan bertanya sejauh ini.
Pengalaman Berkesan:
Jujur saya sangat senang sekali ketika mereka antusias dengan apa yang saya ajarkan walaupun masih ada yang tidak mengerti tapi setidaknya mereka mau menerima apa yang saya ajarkan.
Pembelajaran Hari Ini:
Kegiatan hari ini saya lakukan karena rasa peasaran mereka tentang hal yang saya pelajari di universitas, awalnya saya sedikit ragu karena takut mereka tidak mengerti tapi ternyata mereka antusias dan menikmati pembelajaan walaupun pada kenyataany ada yang tidak mengerti. Tapi yang bikin saya kagum mereka aktf bertanya dan bahkan bertanya suatu hal yang tetap di dalam konteks pembelajaran tapi tidak saya ucapkan, seperti "Kakak kok pilih hape kakak yang sekarang memangnya kenapa ?" jujur saya tidak berpikir mereka akan bertanya sejauh ini.
Pengalaman Berkesan:
Jujur saya sangat senang sekali ketika mereka antusias dengan apa yang saya ajarkan walaupun masih ada yang tidak mengerti tapi setidaknya mereka mau menerima apa yang saya ajarkan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar